Minat Membeli Rumah di Cileungsi Meningkat 10 % Setiap Tahun

March 03, 2020

 

Minat membeli rumah di kawasan Cileungsi meningkat setiap tahunnya. Kesimpulan tersebut didapatkan dari hasil survei portal properti Lamudi terhadap calon pembeli rumah melalui Google.  

 

Berdasarkan data Lamudi menyebutkan, rata-rata kenaikan pencarian rumah di Cileungsi meningkat 10 persen. Contohnya seperti pada tahun 2017 ada sekitar 1.680 orang yang mencari rumah, kemudian tahun 2018 meningkat menjadi 1.920 orang. 

Meningkatnya jumlah pencarian ini tentunya bukannya tanpa sebab, murahnya harga rumah di kawasan Cileungsi disinyalir menjadi faktor pemicu utama, sebagai tolak ukur berdasarkan data Lamudi saat ini rata-rata harga rumah di CIleungsi adalah Rp 8.574.955 per meter persegi harga ini jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga rumah di kawasan penyangga Jakarta lainnya contohnya seperti Depok yang saat ini sudah menyentuh angka Rp 9.500.000 per meter persegi. 

Majunya bisnis properti di kawasan Cileungsi sebenarnya cukup mengejutkan, karena jika ditarik mundur 10 tahun kebelakang, koridor jalan Transyogi hingga Cileungsi adalah kawasan yang gelap gulita saat malam, karena banyaknya lahan kosong yang belum tergarap.          

Namun sekarang pemandangannya berbeda, kawasan Cileungsi telah menjelma sebagai kantung hunian baru dan dipenuhi dengan beragam fasilitas umum. Kondisi ini pun akhirnya membuat area Cileungsi menjadi kawasan pencarian rumah, apalagi bagi mereka warga Jakarta yang kesulitan membeli rumah karena tingginya harga hunian di ibu kota.          

Sebenarnya, pergerakan pembangunan properti di area Cileungsi mulai terasa di era 90-an, dimana isu tentang pengembangan kawasan satelit Jakarta kian berhembus kencang. Saat itu pemerintahan setempat baru membuka jalan alternatif antara Cibubur menuju Cileungsi, tepatnya di antara Jembatan Kali Cileungsi dan Polsek Cileungsi. 

Lambat laun pembangunan infrastruktur di sana terus “dipoles”, yang terakhir adalah pembangunan jalan tol Jakarta Outer Ring Road 2 ruas Jagorawi – Cibitung. Jalan ini terdiri dari dua seksi, yakni seksi I dengan rute Cimanggis - Transyogi dan Transyogi-Cibitung. Nantinya tol ini juga akan tersambung dengan jalan tol lainnya seperti Tol Jagorawi. Tidak sampai di situ, saat ini di sana pemerintah juga tengah membangun proyek Light Rapid Transit (LRT) yang menghubungkan antara Cibubur - Cawang. 

Masifnya pembangunan infrastruktur ini, tentunya akan menjadi suplemen untuk bisnis properti di kawasan Cileungsi. Makanya jangan kaget, jika Anda saat ini melewati area ini maka akan melihat banyak sekali pembangunan proyek perumahan, mulai dari pengembangan dengan skala townhouse hingga kota mandiri.    

Salah satunya adalah PT Dwigunatama Rintisprima yang membangun sebuah proyek kota mandiri Harvest City di kawasan Cileungsi. Di sana pihak pengembang membagun perumahan, area perkantoran, pusat pendidikan hingga pusat perbelanjaan di atas lahan seluas 1.360 hektar. 

Kendati dikelilingi dengan beragam fasilitas lengkap, perumahan ini pun dijual dengan harga yang bersahabat yakni mulai dari Rp 300 juta, sehingga menjadi pilihan menarik bagi mereka para milenial yang memiliki sebatas UMR (Upah Minimum Regional). Jika dibandingkan dengan rata-rata harga rumah di kawasan Cileungsi, harga rumah di Harvest City terbilang cukup murah.